Bahaya Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur

By | Oktober 7, 2017

Bahaya menggunakan kipas Angin saat tidur, Kebiasaan menggunakan kipas angin memang kerarap sering di lakukan oleh sebagian orang karena kondisi suhu di dalam kamar sangat panas, tanpa kita sadari menjadi kebiasaan saat tidur menggunakan kipas angin bisa menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan dan juga memicu terjadinya berbagai penyakit.
bahaya kipas angin saat tidur
Untuk kita kehaui bersama bahwa resiko kematian akibat paparan angin ini diduga lebih tinggi pada orang yang lanjut usia dan seseorang yang mempunyai gangguan pernafasan.Ditambah lagi, hal tersebut terpicu oleh keberadaan korban di dalam ruangan yang tertutup karena kurangnya lubang ventilasi.

Penggunaan kipas angin pada saat tidur secara terus menerus dapat memicu terjadinya penyakot seperi berikut.

– Hipertermia
Hipertermia terjadi saat tubuh manusia berada di atas normal, yaitu kisaran 32 derajat celsius, dan terus menerus berada di tingkatan itu untuk jangka waktu lama. Kondisi yang dianggap jarang terjadi ini di picu oleh gangguan kesehatan tentunya, pada saat musim panas yang cukup lama. Pada umumnya banyak terjadi pada usia lanjut.

Saat indeksi panas berada di suhu 32 derajat celsius, Badan perlindungan amerika serikat mengatakan siapa saja untuk tidak menyalakan kipas angin di dalam ruangan tertutup tanpa adanya ventilasi udara. Kipas angin lebih baik di gunakan pada saat jendela yang terbuka atau suhu panas di dalam ruangaan lebih rendah dan daripada di luar.
Pada suhu sedang, badan akan mengeluarkan keringat untuk menyegarkan tubuh. Tetapi pada suhu yang sangat panas, suhu udara menjadi lebih sangat panas di banding suhu badan sehingga dapat meningkatkan tekanan panas pada tubuh.

– Asfiksia
Asfiksia yaitu kondisi mengurangka pasokan oksigen saat bernafas pada jangka waktu yang lama. jika tidak secepatnya di tangani, kondisi tersebut bisa mengakibatkan koma atau bahkan kematian. Meski terdapat dugaan bahwa kipas angin bisa mengakibatkan asfiksia akibat keracuana karbondioksida dan pergantian oksigen, namun kondisi ini akan terjadi di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi. baca juga obat kutil kemaluan

Pada kondisi ideal, perputaran udara dari kipas angin dan menukaran udara dengan ventilai dapat menjaga percampuran gas dan kadar CO2 tetap normal.

Seorang profesor termofisiologi mengatakan bahwa menggunakan kipas angin saat tidur akan menyebebkan kematian akibat hipotemia. Hipotemia akan dapt dialami oleh seseeorang yang suhu badannya turun drastis hingga 10 dersjst celsisu dalam waktu semalam, tetapi tridak untuk seseorang yang suhu badannya turun sebatas 2-3 derajat celsius saja.

– Hipotermia
Hiporemia iyalah kondisa genting yang terjadi ketika suhu badan turun drastis, yakni kurang rari 35 derajat celsius. Ini terjadi ketia tubuh kehilangan pans lebih cepat daripada kemampuan badan dalam memproduksi hawa panas. Keadaan ini mengakibatkan suhu tubuh menurun, serta terganggunya kemampuan badan sistem saraf, jantung, serta orang-rang lain. Apabila tidak secepatnya ditangani, hipotermia yang di sebabkan olehcuaca dingi, ini bisa menyebabkan gagal ginjal, jantung sampai kematian.

Makin lama, seorang akan menjadi semakin beresiko mengalami hipotermia karna metabolisme tubuh menjadi melambat dan semakin sensitif terhadap temperatur di lingkungan sekitarnya. dalam hal ini, penggunaan kipas angin saat tidur beresiko mengurangkan suhu suhu sehingga menyebabkan seseorang yang tertidur dengan kipas angin dapat kehilangan suhu tubuh secara drastis.

Namun tiada peneliti ilmiah yang menemukan bahwa kondisi ini kecuali jika suhu ini akan terjadi kecuali suhu yang semula sudah sangat rendah. Di sisi lain, orang tidak akan menyalakan kipas angin pada saat tidur dengan suhu udara yang sudah sangat rendah.

Meski seperti itu, seorang dokter di korea selatan menjelaskan beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang meninggal pada saat tertidur menggunakan kipas angin yang menyala, yaitu aritma, gangguan cerebrovakular, serta embolisme paru-paru.

Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *