Penyebab Lovebird Diare dan Cara Mengatasinya

By | Februari 8, 2018

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh lovebird dan jenis burung kicauan yang lainnya. Walaupun dianggap bukan penyakit yang cukup serius, dampak dari diare dapat sangat fatal apabila tidak segera ditangani bisa jadi suara lovebird akan tidak terdengar lagi atau mogok berkicau. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas apa saja sih penyebab lovebird bisa diare dan bagaimana pula cara mengatasinya.

Para pecinta burung kicau biasanya langsung memvonis lovebird mengalami diare ketika sedang mengamati bentuk kotorannya yang encer atau berair. Padahal sebenarnya tidak semua kotoran yang encer itu menandakan burung mengalami diare. Bisa juga akibat dari faktor lain seperti stres, terlalu banyak minum, atau mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air.

Untuk bisa mengetahui apakah lovebird terkena diare atau tidak, kita dapat mengidentifikasinya dari gejala umum lain yang muncul, selain dari bentuk kotoran yang encer atau berair. Contohnya, sisa-sisa kotoran yang menempel pada bulu sekitar kloaka, perubahan dari perilakunya, dan bulu-bulu tubuh yang sering mengembang.

Diare sering kali dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan. Padahal apabila tidak segera ditangani, bisa berdampak sangat fatal. Diare akan menyebabkan tubuh burung kering karena dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh. Hal ini membuat burung mudah merasa lemas, stamina menjadi menurun, dan rawan terserang penyakit yang lainnya.

Berikut ini ialah beberapa penyebab lovebird diare, yang nantinya akan membantu kita dalam melakukan penanganan atau pengobatan yang tepat.

Penyebab Lovebird Diare dan Cara Mengatasinya

Penyebab Lovebird Diare dan Cara Mengatasinya

  1. Diare yang Disebabkan Virus

Beberapa infeksi virus yang kerap menyerang lovebird antara lain yaitu reovirus, adenovirus, dan polyomavirus. Infeksi ini dapat memicu diare hemoragik yang menyebabkan diare berdarah dan kompliksi serius yang lainnya. Dan dalam kondisi paling parah, infeksi ini dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan yang umum dilakukan ialah secara symptomatic, yaitu menyediakan cairan dan nutrisi tertentu. Selain itu juga, kita juga perlu menjaga suhu tubuh burung supaya tetap panas. Pemberian antibiotik tidak bisa membunuh virus, akan tetapi hanya menghentikan bakteri yang dapat meyertai virus tersebut.

Metode perawatan lainnya ialah membersihkan total sangkar atau kandang burung dan perlengkapan yang digunakan dengan larutan desinfektan, serta menjauhkan lovebird penderita dari burung piaraan yang lainnya.

Dalam banyak kasus, infeksi virus biasanya tidak mudah untuk disembuhkan sehingga pembasmian hanya dapat dilakukan dengan cara menghilangkan virus dari burung tersebut.

  1. Diare yang Disebabkan Bakteri

Secara umum, ada beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan diare pada burung lovebird yaitu:

  • Chlamydia psittaci
  • Escherichia coli
  • Clostridium
  • Slamonella

Bakteri chlamydiosis ialah penyebab paling umum, karena statusnya yang zoonosis atau dapat mempengaruhi manusia. Burung yang terserang bakteri ini biasanya akan mengalami depresi anoreksia dan diare, dan juga disertai gejala yang tidak umum seperti gangguan pada sistem pernafasan, konjungtivitis, sinusitis, pneumonia, dan lain sebagainya

  1. Diare yang Disebabkan Parasit

Ada beberapa jenis parasit yang sering menyerang lovebird dan menjadi faktor penyebab diare, yaitu:

Giardia, yaitu sejenis parasit bersel tunggal yang dapat menyebabkan burung diare tanpa disertai gejala yang lainnya. Parasit ini bersifat menular sehingga burung penderita harus segera dipisahkan dari burung yang lainnya.

Koksidiosis, yaitu parasit uniseluler yang sifatnya sangat menular. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan, sehingga kotoran burung selalu bercampur darah atau diare berdarah.

Koksidiosis pada umumnya dapat dikenali dari gejala yang muncul seperti anoreksia, depresi, bulu selalu acak-acakan, penurunan berat badan, dan lain sebagainya.

Karena parasit jenis ini menular melalui kotoran, maka burung penderita harus segera dipisahkan dari keberadaan burung piaraan yang lainnya.

Nematoda atau cacing atau sering juga disebut metazoa ialah jenis parasit yang tidak begitu umum ditemukan pada lovebird, tergantung dari asal-usul dan perawatannya. Dalam kondisi yang parah, infeksi nematoda bisa menyebabkan diare yang disertai penurunan berat badan burung, bulu mengembang, dan juga terkadang ada darah pada kotorannya.

  1. Diare yang Disebabkan Jamur

Infeksi jamur ialah masalah yang paling umum ditemukan pada burung lovebird yang menderita diare. Ada dua jenis jamur yang dapat menyebabkan diare, yaitu avian gastric yeast dan candida.

  1. Diare yang Disebabkan Faktor Lain

Diare juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, seperti:

Cloacal papilloma, yakni struktur seperti benjolan atau kutil yang terdapat pada kloaka. Kondisi ini menyebabkan perubahan bentuk kotoran, diare, dan memicu terjadinya sembelit.

Distocias atau distosia, yakni retensi telur di kloaka. Kondisi ini dapat memicu efek yang sama seperti cloacal papilloma.

Benda asing pada usus. Apabila burung dengan sengaja atau tidak sengaja menelan sebuah atau beberapa benda asing seperti mainan, kelereng atau yang lain sebagainya, maka kondisi tersebut dapat memicu diare.

Berikut ini ialah beberapa tindakan dan perawatan terhadap burung lovebird yang mengalami diare :

Pisahkan burung lovebird penderita dari burung lainnya yang masih sehat.

Bersihkan tempat pakan atau tempat air minum, baik pada burung lovebird.

Itulah Penyebab Lovebird Diare dan Cara Mengatasinya yang dapat kami sampaikan, untuk informasi burung lebih lengkap silahkan kunjungi www.pawangkicau.com semoga dapat membantu sobat-sobat semua. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *